Banyak turis, terutama yang datang dari Indonesia Raya tercinta ini, menyempatkan diri berkunjung ke singapura ketika mengadakan lawatan ke Kuala Lumpur (  hee…bahasanya..), yah, maklum kalo dengan bis umum hanya perlu waktu 5,5 – 6 jam untuk sampai ke negara tersebut, atau 10-11 jam dengan kereta api. Nah, apalagi sekarang sedang dibangun jalur MRT langsung Singapore-KL..( can’t help waiting until that happen… ), bayangin mungkin bisa 3 jam saja kali ya dah nyungsep di singapura.

Kebanyakan turis memilih langsung menuju singapore setelah mendarat dari LCCT, mungkin supaya sekalian capek dan tidak banyak waktu terbuang percuma. Modus operandi ini juga yang akhirnya saya pilih untuk mengunjungi singapore. Setelah mendarat di LCCT, seharusnya kita pergi ke stasiun Puduraya untuk dapat menaiki bis menuju singapore. Tetapi sampai 12 Agustus 2010 ini, Puduraya Bus Station menjalani temporary closure untuk renovasi kali ya…jadi temporary stationnya pindah ke stasiun bis Bukit Jalil, sekitar 200 meter di depan stasiun LRT bukit jalil.

Untuk menuju stasiun bis Bukit Jalil dari LCCT, sebenarnya perjalanannya jadi bolak-balik, karena bukit Jalil dengan LCCT itu deket banget, tapi karena tidak ada moda transportasi langsung ke bukit jalil dari LCCT ( kecuali taksi ), jadi kita harus ke stasiun KL sentral dulu di pusat kota. Caranya gampang, gunakan aja sky bus ( milik air asia ) atau aerobus. Ongkos dari LCCT ke KL sentral adalah 8-9 RM per-orangnya. Sebenarnya bisa aja langsung beli tiketnya lewat internet pada waktu kita beli tiket air asianya, tapi harganya 39.900 rupiah, sedang kalo beli langsung cuma 9 RM            (   +27.000 rupiah ), jadi mending beli langsung aja disana, hehe..

Nah, setelah sampai di KL sentral, coba deh naek LRT ke Bukit Jalil. Tapi kalau naik LRT kita ntar transit dulu di Masjid Jamek LRT station untuk pindah jalur. Caranya dari KL sentral, beli single journey ticket lewat mesin, dengan tekan pada tulisan mesjid jamek, atau beli langsung di ticket office, bilang aja tujuan masjid jamek. Harganya sekitar 1,2 RM kalo gak salah ya… Nanti naik ke platform, tapi yang arah Terminal Putra / Gombak, jangan ke arah yang sebaliknya ( tenang aja, pemberitahuan arahnya ada dimana-mana kok ). Ketika turun di masjid jamek, kemudian cari lagi ticket office dan beli tiket ke Bukit jalil, kemudian pergi ke platform yang arah Sri Petaling, harganya kalo gak salah 1,3 RM per-orangnya. Naiki LRTnya, nikmati perjalanannya.

Setelah nyampe di Bukit Jalil, jalan keluar kemudian ambillah arah ke kanan, ntar banyak kok orang yang jalan ke stasiun bisnya, trus cari deh bus yang akan membawa anda ke singapore. Yang paling direkomendasikan adalah Transnasional, tapi tidak setiap jam loh berangkat, kalo mau nunggu sih gak papa, tapi kalau ingin nyampe lebih cepat, banyak kok bus-bus armada lainnya yang setiap jamnya berangkat ke singapore. Saran, lebih baik pilih yang terpercaya, seperti Transnasional atau KBES       ( Konsortioum Bas Semenanjung Ekspress ).

Platform transnasional adanya paling ujung ( Platform 12 ), agak capek juga kalo lagi bawa koper yang berat…hikss…Harga tiketnya bervariasi sesuai harinya. Pada saat saya pergi, kebetulan hari Rabu, harga tiketnya adalah 46,2 RM, agak mahal juga sih, karena masuk singapura, bisnya kena pajak kali ya. Kalo mau murah sebenarnya bisa juga kok, tetap pergi dengan transnasional tapi yang tujuan Johor bahru, kemudian nanti turun di terminal bis Larkin Johor bahru, baru disambung dengan bus lain arah ke singapore seperti Singapore Johore Ekspress, Causeway Link, atau SBS. Harga tiket transnasional ke Johor Bahru adalah 31,1 RM, kemudian baru bayar 2-3 RM lagi untuk naik bis dari Johor Bahru ke Singapore…( jauh kan beda harganya…)

Kebetulan saya tetap memilih untuk naik transnasional tujuan Singapore, turun istirahat 2 kali, satu kali untuk BAK, dan sekali lagi untuk sholat dan makan. Kemudian bis akan transit sebentar di terminal bis Larkin. Setelah itu menuju Checkpoint imigrasi di Johor Bahru. Petugasnya gak banyak tanya kok, cuma tinggal stempel2 paspor doang dan ngambil kartu kedatangan yang sebelumnya kita isi di LCCT , kemudian naik Bis lagi ke Woodlands Check point singapore, isi kartu kedatangannya, nah disini ada petugas yang bantu sambil tanya-tanya deh, kadang minta liat KTP sama driving license, tanya-tanya mau ngapain disini dan udah berapa kali ke singapore. trus pas pasport distempel ditanya-tanya lagi deh, tinggal dimana ntar, berapa lama, minta liat tiket pulang, dll. Tapi nyantai aja, tetep senyum dan percaya diri…hehehe

Nah pas di kedua check point ini bawa semua barang deh, koper yang seabrek2 juga ikut dibawa, soalnya mana tau proses imigrasinya lama, kayak paspor yang gak bisa di scan segala, dll, bis bisa ninggalin kita. Jadi untuk mencegah barang ikut terbawa sekalian di cek2 dikit, turunin dah barangnya. Ntar kalo ketinggalan bis, bisa naik bis berikutnya dengan merek yang sama tapi tunjukkan tiket bis sebelumnya.

Transnasional akan berhenti di terminal Lavender Street Singapura, sedangkan jika naik KBES turunnya di Golden Mile Complex. Kalau kita pergi dengan transnasional ke johor bahru, baru disambung dengan bis Singapore Johore Ekspress atau Causeway Link, ntar turunnya di terminal bis Queen Street. Dari Lavender street ke hostel tempat saya menginap ( daerah Race Course Road, Little India ) sebenarnya bisa naik bis trus sambung MRT, tapi karena pada waktu itu hujan dan saya agak kebingungan, jadi diputuskan untuk naik taksi aja. Alhamdulillah, taksi di singapore semuanya pake argo, gak kayak di KL, dan ternyata deket banget hostelnya dengan lavender tadi. Ongkosnya sekitar 5,25 $ ( singapore ), worth it lah untuk berdua drpada geret-geret koper sana sini lagi..^^

About these ads